<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292</id><updated>2011-11-07T19:58:49.411-08:00</updated><title type='text'>SAHABAT ANDA</title><subtitle type='html'>*Sunyi dalam Ramai Ramai dalam Sunyi*

Jika perjalanan tafakkur kita menembus batas-batas cakrawala, menapak
langit-langit hingga sidratul Muntaha, pastilah berakhir dengan
keterjengahan hati kita, bahwa segalanya menuju, demi dan untuk Rabbul
Izzah, Allah Ta'ala. Itulah awal perjalanan ke-Ikhlasan kita, disaat
tafakkur sunyi menapaki "Inna Sholaati wa-Nususkii wa-Mahyaaya
wa-Mamaatii Lillahi Robbil 'Alamin?"(Sesungguhnya sholatku, ibadahku,
hidup dan matiiku hanyalah untuk Allah?"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-4283242623770019053</id><published>2011-03-09T18:00:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T18:10:40.773-08:00</updated><title type='text'>SUGIH TANPA BANDA, DIGDAYA TANPA AJI, NGLURUG TANPA BALA, MENANG TANPA NGASORAKE</title><content type='html'>Falsafah hidup (gegebengan) yang adi luhung diatas diturunkan oleh RM. Pandji Sosrokartono kepada anak cucunya. Beliau adalah putra Bupati Jepara ( RM. Adipati Aryo Sosroningrat ), yang juga kakak dari RA. Kartini (Pahlawan emansipasi wanita Indonesia). RM. Pandji Sosrokartono adalah seorang yang berpendidikan, belajar di Universitas Leiden dengan jurusan Bahasa dan Sastra Ketimuran, menguasai 26 Bahasa Asing, dan juga beliau merupakan tokoh Kejawen. Hal-hal yang diwariskan kepada kita merupakan nilai luhur yang patut kita terapkan kedalam kehidupan se hari-hari agar kita dapat menjadi Manusia Jawa yang dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUGIH TANPA BANDA.&lt;br /&gt;Falsafah ini bisa diartikan bahwa kita harus merasa menjadi "kaya" secara hati dan sikap hidup. Kita tidak dibenarkan apabila merasa &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;MINDER, merasa terkucilkan. Memang sudah menjadi kodrat manusia apabila kita sebagai manusia memiliki pandangan yang materialistis/keduniawian. Namun Tuhan menciptakjan kita sebagai makhluk yang berbudi, yang memiliki ROH atau suksma, yang memiliki kebijaksanaan. Sebagai manusia yang berbudi kita diberikan kemampuan berpikir secara positif, beribadah kepada Gusti, sehingga kita mampu memilah-milah, dan berpikir tidak hanya secara duniawi, materialistis, namun kita juga bisa menghargai "kekayaan" batin, nilai, perilaku yang "tinggi" nilai budi pekertinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIGDAYA TANPA AJI&lt;br /&gt;Manusia dikatakan digdaya/sakti apabila memiliki kesaktian, tahan terhadap segala senjata, dapat menahan serangan musuh, dll. Dan kesaktian ini diperoleh dengan cara "laku" yang hanya bisa dicapai oleh oleh-orang tertentu saja.&lt;br /&gt;Falsafah DIGDAYA TANPA AJI dimaksudkan adalah kita sebagai Manusia Jawa haruslah memiliki sifat-sifat yang baik, berbudi pekerti luhur, tata krama dan kesopanan yang sangat tinggi, toleransi yang luar biasa, positif thinking, dsb, sehingga dimanapun kita berada kita tidak mengundang musuh. Segala kejahatan disikapi dengan sabar, ikhlas, tersenyum, sehingga pmusuhan dapat diminimalisir. Apabila kita mampu bersikap demikian, kita bagaikan memiliki kesaktian karena diharapkan tak ada sesama kita yang akan menghancurkan diri kita. Hal inilah yang dimaksudkan dengan DIGDAYA TANPA AJI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NGLURUG TANPA BALA&lt;br /&gt;Kita harus 'maju perang', namun kita harus berangkat sendiri,tidak diperbolehkan membawa 'pasukan'.&lt;br /&gt;Mengapa demikian ??. Karena kita harus berperang melawan "diri sendiri'. Kita harus mampu berperang melawan "hawa nafsu" yang negatif, yang tidak baik. Inilah jihad sesungguhnya yang harus kita lakukan, yaitu melawan nafsu ketamakan, amarah (emosi), kerakusan, kelicikan, ambisi berlebihan, dll. Hal ini sangatlah berat karena tanpa niat dan tekad yang benar-benar kuat hal ini tak kan mampu terlaksana. Falsafah ini digambarkan dengan kalimat/Tembang Sinom yang indah oleh Pujangga terkenal Ki Ranggawarsita dalam "Serat Kalatidha", yaitu : "Amenangi zaman edan, ewuh aya ing pambudi, melu edan nora tahan, yen tan melu anglakoni, boya keduman melik, kaliren wekasanipun, ndilalah karsa Allah, begja-begjaning kang lali, luwh begja kang eling lawan waspada". Inilah yang sebagian dari kita belum mampu memenangkan peperangan ini terbukti jaman sekarang banyak sekali terjadi hal-hal negatif dimasyarat dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENANG TANPA NGASORAKE&lt;br /&gt;Falsafah ini bisa kita hayati apabila kita benar-benar dapat menerapkan TATA KRAMA JAWA yang baik. Apabila kita telah menyatu dengan tata krama yang baik maka kita akan menjadi pribadi yang sareh, senantiasa eling lan waspada, menjunjung tinggi laku utama, kebaikan, mengenal diri sendiri, menyerahkan segala usaha dan sikap kepada Gusti Keng Murbeng Dumadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga falsafah hidup yang adiluhung ini mampu kita serap, kita terapkan, dan kita wariskan kepada anak cucu aehingga kekacauan yang terjadi dimana-mana dengan sabar sareh mampu dikurangi minimal oleh keluarga kita, sahabat2 kita, lingkungan kita dll...walaupun memakan waktu namun tak ada salahnya kita berusaha..demi tercapainya masyarakat dunia yang aman, adil , sentausa. Terlalu muluk kah ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copas dari catatan Ida Susweniati Indah Retnoningsih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-4283242623770019053?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/4283242623770019053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=4283242623770019053&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/4283242623770019053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/4283242623770019053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2011/03/sugih-tanpa-banda-digdaya-tanpa-aji.html' title='SUGIH TANPA BANDA, DIGDAYA TANPA AJI, NGLURUG TANPA BALA, MENANG TANPA NGASORAKE'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-7709205003268348217</id><published>2009-12-14T00:26:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T00:28:53.863-08:00</updated><title type='text'>Hari Ini Milik Anda</title><content type='html'>Jika kamu berada di pagi hari, janganlah mengunggu sore tiba. Hari inilah yang akan anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinariAnda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Umur anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup anda hanya hari ini, atau seakan-akan anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acap kali menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada hari ini pula, sebaiknya anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, anda harus bertekad mempersembahkan kualitas sholat yang paling khusyu’, bacaan al-Qur’an yang tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keeimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta &lt;div class="fullpost"&gt;perbuatan baik terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada hari dimana anda hidup saat inilah sebaiknya anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepadanya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan anda dengan penuh keridhaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur )&lt;br /&gt;         ( QS. Al-A’raf: 144 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian, dan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jangan lupa, hendaklah anda goreskan pada dinding hati anda satu kalimat ( bila perlu anda tulis pula diatas meja kerja anda ):  Harimu adalah ahri ini. Yakni, bila hari ini anda memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari ( yang belum tentu ada ) itu akan merugikan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa anda harus bersedih atas air asin yang anda minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika anda percaya pada dirisendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat anda, maka akan dapat menundukan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya kan hidup hari ini. Prinsip ini yang akan menyibukan diri anda setiap detik untuk selalu memperbaikai keadaan, mengembangkan semua potensi, dan menyucikan setiap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan itu, akan membuat anda berkata dalam hati, “Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan sholat sesempurna mungkin, membekali diri dengan sholat-sholat sunah nafilah, berpegang teguh pada al-Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang yang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti pada orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, “ Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain denga khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Hari ini milik anda “, adalah ungkapan yang paling indah dalam “kamus kebahagiaan”. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-7709205003268348217?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/7709205003268348217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=7709205003268348217&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/7709205003268348217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/7709205003268348217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2009/12/hari-ini-milik-anda.html' title='Hari Ini Milik Anda'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-4149048461913892154</id><published>2009-12-14T00:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T00:25:41.276-08:00</updated><title type='text'>Yang Lalu Biar Barlalu</title><content type='html'>Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagi orang yang berfikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam “ruang” penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam “penjara” pengacuhan selamanya. Atau diletakan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dankegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau dibawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu! Apakah anda ingin mengembalikan air sungai kehulu, matahari ketempatnya terbit, seorok bayi keperut ibunya, air susu kepayudara sang ibu, dan air mata kedalam kelopak mata ? Ingatlah, keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa anda dengan pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mambaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan  semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Al-Qur’an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, “itu adalah umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang &lt;div class="fullpost"&gt;menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalu demikian: “ Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya.” Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, “Mengapa engkau tidak menarik gerobak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Aku benci khayalan,” jawab keledai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukan oleh masa lalu. Itu, sama halnya kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh kebelakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus kedepan, air akan mengalir kedepan, setiap kalfilah akan berjalan kedepan, dan segala sesuatu bergerak kedepan. Maka itu, jangankah melawan sunah kehidupan !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-4149048461913892154?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/4149048461913892154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=4149048461913892154&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/4149048461913892154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/4149048461913892154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2009/12/yang-lalu-biar-barlalu.html' title='Yang Lalu Biar Barlalu'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-447877053898511780</id><published>2009-12-14T00:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T00:22:07.700-08:00</updated><title type='text'>Pikirkan dan Syukurilah!</title><content type='html'>Artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.)&lt;br /&gt;         ( QS. Ibrahim: 34 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersdia dalam hidup kita. Namun begitulah, anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan tapi tidak pernah mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin )&lt;br /&gt;         ( QS. Luqman: 20 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?)&lt;br /&gt;                 ( QS. Ar-Rahamn: 13 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apakah anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus-menerus tiada henti? Apakah anda mengira bahwa berdiri tegak diata kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka sadarilah, betapa hinanya dirikita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara disekitar Anda masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkah anda merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang disekitar Anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran,&lt;div class="fullpost"&gt;yang denganya Allah menjauhkan Anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak Anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adakah Anda ingin menukarkan mata Anda dengan emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan untaian mutaira, sementara tangan Anda buntung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Begitulah, sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi Anda tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisah, meskipun Anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah terguncang, hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagiaan, karunia, kenikmatan dan lain sebagainya. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan. )&lt;br /&gt;        ( QS. Adz-Dzariyat: 21 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan janganlah termasuk golongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya )&lt;br /&gt;        ( QS. An-Nahl: 83 )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-447877053898511780?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/447877053898511780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=447877053898511780&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/447877053898511780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/447877053898511780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2009/12/pikirkan-dan-syukurilah.html' title='Pikirkan dan Syukurilah!'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-9190918313923554987</id><published>2009-12-14T00:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T00:19:06.673-08:00</updated><title type='text'>Ya Allah!</title><content type='html'>Ya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Semua yang ada dilangit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.)&lt;br /&gt;                  (QS. Ar-Rahman:29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: “Ya Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika seorang tersesat ditengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para khalifah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru : “Ya Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: “Ya Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah :”Ya Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun&lt;div class="fullpost"&gt; menyeru : “Ya Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tetekan oleh beban berat kehidupan yang harus anda pikul, menyerulah: “Ya Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingat Engkau saat alam begitu gelap&lt;br /&gt;gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam&lt;br /&gt;Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang,&lt;br /&gt;dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan tangan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf  tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh. Karena,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Allah maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya )&lt;br /&gt;                    ( QS. Asy-Syura: 19 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan Dia ( yang patut disembah)?&lt;br /&gt;         ( QS. Maryam: 65 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah: milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan )&lt;br /&gt;         ( QS. Ghofir: 16 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah: dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya). )&lt;br /&gt;         ( QS. An-Nahl: 53 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah: pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan, dan keperkasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,&lt;br /&gt;Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah&lt;br /&gt;Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,&lt;br /&gt;akan lebur, mencair ditengah keagungan-Mu, wahai Rabbku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya Allah, gantilah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan, dan simakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini dengan  kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukan pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke Hidayah-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepadamu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-9190918313923554987?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/9190918313923554987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=9190918313923554987&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/9190918313923554987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/9190918313923554987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2009/12/ya-allah-semua-yang-ada-dilangit-dan-di.html' title='Ya Allah!'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-2477392602927395092</id><published>2009-12-14T00:10:00.001-08:00</published><updated>2009-12-14T00:15:05.024-08:00</updated><title type='text'>Menuju Keindahan dan Kebahagiaan, Stop Comparing!</title><content type='html'>Ini bercerita tentang tokoh asal Timur Tengah, Nasruddin.&lt;br /&gt;Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman rumahnya&lt;br /&gt;yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum.Tetangganya&lt;br /&gt;yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum tersebut.&lt;br /&gt;Tetapi selama sejam mereka mencari jarum itu tak ketemu&lt;br /&gt;juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangganya bertanya, “Jarumnya jatuh dimana ?”&lt;br /&gt;“Jarumnya jatuh di dalam,” jawab Nasruddin.&lt;br /&gt;“Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya diluar&lt;br /&gt;?” tanya tetangganya. Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin&lt;br /&gt;menjawab, “Karena di dalam gelap, di luar terang.”&lt;br /&gt;Begitulah, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan&lt;br /&gt;keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat&lt;br /&gt;apa-apa.Sedangkan daerah tergelap dalam mencari&lt;br /&gt;kebahagiaan dan keindahan,sebenarnya adalah daerah-daerah di dalam diri.&lt;br /&gt;Justru letak ’sumur’kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di&lt;br /&gt;dalam. Tak perlu juga mencarinya jauh-jauh, karena ’sumur’ itu berada di&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dalam semua orang.&lt;br /&gt;Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor&lt;br /&gt;lainnya, banyak orang mencari sumur itu di luar. Ada orang yang&lt;br /&gt;mencari bentuk kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal,&lt;br /&gt;mobil bagus atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di&lt;br /&gt;luar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua&lt;br /&gt;itu, tidak akan berlangsung lama. Kulit,misalnya, akan keriput karena&lt;br /&gt;termakan usia, mobil mewah akan berganti dengan model terbaru,&lt;br /&gt;jabatan juga akan hilang karena pensiun.&lt;br /&gt;“Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di&lt;br /&gt;luar, akan selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere.&lt;br /&gt;Setiap kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan,&lt;br /&gt;berangkat dari mencarinya diluar". Untuk mencapai tingkatan&lt;br /&gt;kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan seseorang harus&lt;br /&gt;melalui 5 (lima) buah ‘pintu’ yang menuju ke tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Stop membanding dengan yang lain. Seorang ayah atau ibu&lt;br /&gt;belajar untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena&lt;br /&gt;setiap pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di&lt;br /&gt;luar”&lt;br /&gt;Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk&lt;br /&gt;ketidakindahan, dimulai dari membandingkan. Contoh Michael Jackson,&lt;br /&gt;sebagai orang yang sering kali membandingkan dirinya dengan orang lain.&lt;br /&gt;“Uangnya banyak, mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik. Sehingga&lt;br /&gt;orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain, maka&lt;br /&gt;hidupnya kurang lebih sama dengan seorang Michael Jackson. Leads&lt;br /&gt;you nowhere,”&lt;br /&gt;Karena itu, saya mengajak pembaca ke sebuah titik, mengalir&lt;br /&gt;(flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia,yaitu&lt;br /&gt;menjadi diri sendiri. Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya&lt;br /&gt;sederhana saja.&lt;br /&gt;Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika&lt;br /&gt;kita mulai belajar menerimanya. Sehingga kepercayaan diri juga&lt;br /&gt;dapat muncul.&lt;br /&gt;Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan&lt;br /&gt;yang kita bangun dari dalam. “Tidak ada kehidupan yang paling indah&lt;br /&gt;dengan menjadi diri sendiri. Itulah keindahan yang&lt;br /&gt;sebenar-benarnya !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah&lt;br /&gt;memberi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama,&lt;br /&gt;adalah untuk memberi. “Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi,&lt;br /&gt;artinya kita harus memberi lebih banyak, Saya melihat ada 3&lt;br /&gt;tangga emas kehidupan. I intend good, I do good and I am good.&lt;br /&gt;Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik,&lt;br /&gt;kemudian saya menjadi orang baik. Yang baik-baik itu bisa kita&lt;br /&gt;lakukan, bila kita konsentrasi pada hal memberi,”&lt;br /&gt;Memberi tidak harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian&lt;br /&gt;dapat berbentuk senyum, pelukan, perhatian, dan setiap manusia&lt;br /&gt;yang sudah rajin memberi, dia akan memasuki wilayah beauty and&lt;br /&gt;happiness.&lt;br /&gt;“Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka&lt;br /&gt;memberi, ada yang pelit.Saya melihat orang yang tidak suka&lt;br /&gt;memberi muka orang itu keringnya minta ampun. Orang yang mukanya&lt;br /&gt;kering ini bertanya pada saya, apa rahasia kehidupan yang paling&lt;br /&gt;penting yang bisa saya bagi ke saya.&lt;br /&gt;Saya bilang : sleep well, eat well,” Artinya memang, untuk&lt;br /&gt;ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya saja orang sering&lt;br /&gt;kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita sederhanakan,&lt;br /&gt;sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan kegiatan&lt;br /&gt;memberi. “Tak perlu khawatir, setiap pemberian itu ada yang mencatat.&lt;br /&gt;Jika atasan Anda di kantor tidak mencatat pemberian Anda, ada ‘Atasan&lt;br /&gt;Tertinggi’ yang mencatatnya. Mirip dengan petani, orang-orang yang&lt;br /&gt;suka memberi akan memanen hasil-hasil yang diharapkan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Cahaya di dalam pintu ketiga untuk menuju keindahan dan&lt;br /&gt;kebahagiaan adalah berawal dari semakin gelap hidup Anda, semakin&lt;br /&gt;terang cahaya Anda di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika&lt;br /&gt;langitnya gelap.Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya&lt;br /&gt;bagus, jika ruangannya gelap.&lt;br /&gt;Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan cobaan&lt;br /&gt;dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam. “Jika Anda punya&lt;br /&gt;suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa mengucapkan terima&lt;br /&gt;kasih padaTuhan.&lt;br /&gt;Karena suami yang keras dan marah-marah, Anda punya istri&lt;br /&gt;cerewetnya minta ampun. Ucapkan terima kasih pada Tuhan,&lt;br /&gt;karena orang cerewet adalah guru kehidupan terbaik. Paling&lt;br /&gt;tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran.&lt;br /&gt;Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun, itu sengaja&lt;br /&gt;ada yang kirim. Agar Anda belajar tentang kebijaksanaan,”&lt;br /&gt;Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan,&lt;br /&gt;biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin banyak&lt;br /&gt;kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya&lt;br /&gt;dari dalam. Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi,semuanya dikirim&lt;br /&gt;sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan.&lt;br /&gt;“Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek&lt;br /&gt;juga berguna.&lt;br /&gt;Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat&lt;br /&gt;jadi tambah cantik. Jadi semuanya ada gunanya, untuk menghidupkan&lt;br /&gt;cahaya-cahaya beauty and happiness,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Pintu keempat adalah surga yang bukanlah sebuah tempat,&lt;br /&gt;melainkan adalah rangkaian sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Bila Anda melihat hidup penuh&lt;br /&gt;dengan kesusahan dan godaan,maka neraka tidak ketemu setelah&lt;br /&gt;mati. Neraka sudah ketemu sekarang,".Sedangkan Anda akan bertemu surga,&lt;br /&gt;jika hasil dari rangkaian sikap Anda benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala&lt;br /&gt;sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be&lt;br /&gt;allright. Setiap kali kita beribadah,berdoa dan memuja Tuhan,&lt;br /&gt;tetapi setiap kali pula kita merasa takut. Padahal ketakutan&lt;br /&gt;adalah sebentuk ketidakyakinan terhadap Tuhan.&lt;br /&gt;“Kalau Anda berdoa tapi masih takut, mending jangan berdoa&lt;br /&gt;karena tidak yakin. Lebih baik Anda yakin, hidup ini berjalan sempurna,&lt;br /&gt;doanya pas-pasan tapi Anda yakin jauh lebih baik,” kata Gede Prama.&lt;br /&gt;“Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda&lt;br /&gt;mencintai yang kecil,"sambung konsultan manajemen yang dulu sempat&lt;br /&gt;terpikir untuk mengoperasi hidungnya yang besar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu&lt;br /&gt;diri kita dan kita tahu kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada cerita tentang kumpulan binatang&lt;br /&gt;yang hendak bikin sekolah karena mereka tidak mau kalah dengan&lt;br /&gt;manusia. Semua binatang mengikuti kursus berlari, berenang dan terbang.&lt;br /&gt;Tetapi 11 tahun kemudian, binatang-binatang tersebut merasa lelah&lt;br /&gt;sekali.&lt;br /&gt;Burung tetap hanya bisa terbang, ikan tetap hanya bisa&lt;br /&gt;berenang,dan serigala tetap hanya bisa berlari. Akhirnya mereka sampai&lt;br /&gt;pada sebuah kesimpulan, bahwa mereka harus tahu diri. Ikan mesti tahu&lt;br /&gt;diri hanya bisa berenang, burung mesti tahu diri hanya bisa terbang&lt;br /&gt;sedangkan serigala harus tahu diri hanya bisa berlari.&lt;br /&gt;Sehingga, seperti hewan-hewan tersebut, manusia-manusia&lt;br /&gt;yang tidak tahu diri adalah manusia yang tidak pernah ketemu&lt;br /&gt;keindahan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kalimat bijak ;&lt;br /&gt;“Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam.&lt;br /&gt;Sumur ini hanya kita temukan dan kita timba airnya kalau&lt;br /&gt;kita bisa mengetahui diri kita sendiri,” Seandainya diri&lt;br /&gt;sendiri telah ditemukan, maka artinya kita kemudian mengetahui&lt;br /&gt;kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-2477392602927395092?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/2477392602927395092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=2477392602927395092&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/2477392602927395092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/2477392602927395092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2009/12/menuju-keindahan-dan-kebahagiaan-stop_14.html' title='Menuju Keindahan dan Kebahagiaan, Stop Comparing!'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-1971105212866306788</id><published>2009-07-20T20:29:00.000-07:00</published><updated>2009-12-10T20:10:54.756-08:00</updated><title type='text'>Jaringan Muda Sumeleh</title><content type='html'>Ini mungkin hanya mimpi....tapi perkenankan mimpi ini saya sampaikan pada saudara-saudaraku sekalian. Suatu saat saya membayangkan ada sebuah komunitas atau jaringan dimana didalamnya beranggotakan pemuda dan pemudi, meski dia belum tepat waktu dalam menjalankan sholat, meski belum bisa rutin sholat berjamaah, dan juga belum sepenuhnya berbhakti pada orang tua meskipun hatinya selalu berusaha untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Tetapi pemuda-pemudi ini mampu menjadi contoh lingkungan sekitar untuk tampil menjadi pemuda-pemudi yang berbudi pekerti santun dan ramah baik kepada orang tuanya maupun kepada orang lain, serta menjadi pemuda-pemudi yang peduli terhadap permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat, bahkan dia sendiri peduli terhadap permasalahan remaja dan pemuda seusianya yang saat ini mengalami kerusakan moral dan akhlak. Dia punya keinginan kuat untuk merubah perilaku remaja seusianya yang saat ini &lt;div class="fullpost"&gt; sebagian besar hidup dengan penuh kebebasan baik dalam pergaulan, cara berpakaian maupun sikap remaja ke pada kedua orang tua yang tidak sopan serta banyak permasalahan lain yang terus menghantui generasi muda saat ini. Komunitas ini tidak harus bertemu dan berkelompok tetapi terus berbhakti dan peduli terhadap lingkungan dan orang tua, para pemuda ini tidak mengharap apapun kecuali ridho Allah SWT. Para pemuda ini terus berkarya sesuai bidang masing-masing tetapi punya pemikiran besar yang sama diantara komunitas ini, bahwa pemuda adalah sebuah kekuatan besar yang akan mampu merubah masyarakat, negara bahkan dunia. Dan mereka sadar bahwa pemuda saat ini merupakan cermin bagi masa depan bangsa dan dunia, sehingga mereka merasa terpanggil untuk terus memperbaiki diri agar menjadi pemuda yang bisa diandalkan dan bisa dibanggakan oleh masyarakat dengan sikap dan perilaku yang terpuji untuk menjadikan masa depan masyarakat dan bangsa untuk menjadi lebih baik lagi, sehingga anak cucu mereka kelak akan bangga dengan para pendahulunya dan semoga mereka akan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi bagi generasi penerusnya kelak. Jiwa para pemuda ini terus bergejolak dan membara sebagaimana dasarnya seorang pemuda, tapi mereka mampu mengelola gejolak dan bara semangat yang masih menggelora menjadi hal-hal yang berguna bagi dirinya dan masyarakat bukan melampiaskan gejolak jiwanya ke arah yang negatif. Kuatnya semangat dan fisik serta gejolak jiwa yang begitu kuat di dada para pemuda ini adalah merupakan modal yang sangat besar jika dikelola dengan baik untuk terciptanya perubahan-perubahan besar dalam tatanan dan peradaban mastarakat dan bangsa ini kedepan. Begitu banyak tonggak bersejarah lahir dari para pemuda. Mereka mampu melahirkan gagasan-gagasan yang segar dan menyentak dunia. Sebut saja GErakan Boedi Utomo, Sumpah pemuda dan masih banyak lagi tonggak sejarah yang lahir dari tangan pemuda. Serta saya bisa ambil contoh, bagaimana para pemuda palestina yang sedikit tapi mampu melawan tentara israel dan peralatan tempur yang canggih, ternyata para pemuda ini direkrut tidak sembarangan pemuda. Menurut informasi yang saya baca Mereka yang dipilih adalah para pemuda yang rutin berjamaah sholat subuh......saya tidak tau alasanya. Tetapi memang saat ini masih sangat jarang ditemukan pemuda-pemudi rajin sholat subuh berjamaah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-1971105212866306788?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/1971105212866306788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=1971105212866306788&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/1971105212866306788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/1971105212866306788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2009/07/jaringan-muda-sumeleh.html' title='Jaringan Muda Sumeleh'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-8824380265304249277</id><published>2009-02-15T19:36:00.000-08:00</published><updated>2009-10-14T20:17:20.744-07:00</updated><title type='text'>ISI PULSA DARI HP SENDIRI ( Lebih praktis, efisien, irit dan menguntungkan)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/SZjf_WelDhI/AAAAAAAAADE/Qp66GBn4laA/s1600-h/opr1.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 67px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/SZjf_WelDhI/AAAAAAAAADE/Qp66GBn4laA/s320/opr1.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303234840687349266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku....saya ingin sedikit berbagi untuk menyiasati pembelian pulsa yang selalu menjadi pengeluaran rutin bagi kita, dan pengeluaran rutin ini tentu akan terus berlanjut selama kita masih menggunakan HP sebagai alat bantu kita untuk berkomunikasi.   Sebenarnya sangat sederhana, kita hanya perlu mengubah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;cara&lt;/span&gt; kita berbelanja Pulsa. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;. Mungkin selama ini cara kita berbelanja pulsa sama seperti kebanyakan orang, yaitu dengan pergi ke counter pulsa kemudian menuliskan no HP kita untuk diisi pulsa kemudian kita membayar pulsa tersebut dengan harga yang berlaku dicounter tersebut. Tentu dengan cara belanja pulsa seperti ini akan menyita waktu kita karena harus pergi ke counter dan juga harus membayar dengan harga yang lebih mahal karena sebenarnya harga itu bisa jauh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lebih murah&lt;/span&gt; dari harga yang ada di counter tersebut.  Sekarang ada cara yang lebih &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;modern&lt;/span&gt; dan merupakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;trend&lt;/span&gt; masa kini dan masa yang akan datang, yaitu dengan &lt;div class="fullpost"&gt; mengisi pulsa dari HP kita sendiri. Lebih &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PRAKTIS&lt;/span&gt; karena tidak perlu repot pergi ke conter, lebih &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EFISIEN&lt;/span&gt; karena tidak menyita waktu kita dan bisa mengisi kapanpun jika kita kehabisan pulsa selama 24 jam, lebih &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IRIT&lt;/span&gt; karena harga yang kita bayarkan adalah harga &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GROSIR&lt;/span&gt; bukan harga di counter, lebih &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENGUNTUNGKAN&lt;/span&gt; karena kita juga bisa menjual pulsa kita ke teman2 dan orang lain ke &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;semua operator&lt;/span&gt;, dan ini akan menguntungkan kita karena pulsa yang kita keluarkan untuk orang lain juga harganya grosir sehingga kita bisa menentukan harganya sendiri, lebih murah dari counter atau lebih mahal dari counter. Contoh: im3 10rb, setelah kita mengisi pulsa im3 10rb ke nomer hp kita ataupun orang lain maka muncul laporan pulsa Rp 9.950,- akan terisi ke no tersebut, artinya saldo kita cuma berkurang sejumlah itu sehingga jika kita mematok harga 11rb ke orang lain berarti keuntungan kita Rp 1.050,- (lumayan, dpt keuntungan) dan yang lebih penting misalpun kita tidak menjual ke orang lain tetapi hanya dipakai buat kita sendiri, itu berarti belanja pulsa kita akan lebih irit karena harga yang kita pake adalah harga grosir, bukan harga seperti yang biasa kita bayarkan ke counter pulsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila saudara-saudara ada yang tertarik, caranya sangat mudah dan sederhana :&lt;br /&gt;1. Daftarkan no HP saudara, ketik DAFTAR kirim SMS ke 085 640 938 956  &lt;br /&gt;2. Ikuti petunjuk dari HP anda. &lt;br /&gt;3. Rekening untuk transfer: SOHIRUN CIMB NIAGA 9910100760184&lt;br /&gt;Agar saudara yakin bahwa ini bukan penipuan bersama ini saya berikan alamat rumah saya. Jl. Polonia no 2 Beji, Krajan, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang, No telp rumah 024 7691 2580 Setelah uang anda transfer, maka HP anda akan segera terisi saldo sebesar yang anda minta. Saldo tersebut sudah langsung bisa untuk mengisi HP sendiri dan juga untuk mengisi HP orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS CENTER &lt;br /&gt;IM3 085641038888 / 085640216888&lt;br /&gt; 085726805555 / 085641458881&lt;br /&gt;MENTARI 085 867 493 222&lt;br /&gt;AS 085 225 467 888 / 085 225 433 400&lt;br /&gt;XL 087832868500 / 087831035700&lt;br /&gt;3 08995979991 / 08995979992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FORMAT TRANSAKSI&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;ISI PULSA = I.KODE VOUCR.HP TUJUAN.PIN &lt;br /&gt;         I.S20.08112123888.1234&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPLAIN = INFO.ISI KOMPLAIN&lt;br /&gt;         INFO.TRX S20 NO XXX. TGLXX BELUM MASUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEK HARGA = HARGA.KODE VOUCR.PIN&lt;br /&gt;         HARGA.M10,S10,IM10.1234&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEK SALDO = Sal.PIN&lt;br /&gt;         SAL.1234&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GANTI PIN = GPIN.PIN LAMA.PIN BARU.PIN BARU&lt;br /&gt;         GPIN.1234.8888.8888&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARALEL = THP.HP BARU.PIN&lt;br /&gt;         THP.08564XXXXX.1234&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REGISTER = REG.HP LINE.NAMA.SELISIH HARGA.PIN&lt;br /&gt;         REG.085640938956.RAFA.200.1234&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRANSFER = TRANSFER.ID MEMBER.NOMINAL.PIN&lt;br /&gt;         TRANSFER.E-0001.200000.1234&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEK BONUS = CRBT.PIN&lt;br /&gt;         CRBT.1234&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEK       = CRTX.PIN&lt;br /&gt;TRANSAKSI CRTX.1234&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KODE VOUCER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angka menunjukan nominal pulsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIMPATI&lt;br /&gt;KODENOMINALHARGA&lt;br /&gt;S5&lt;br /&gt;S10&lt;br /&gt;S20&lt;br /&gt;S50&lt;br /&gt;S100&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;KARTU AS    &lt;br /&gt;KODE     &lt;br /&gt;AS5  &lt;br /&gt;AS10 &lt;br /&gt;AS15 &lt;br /&gt;AS25  &lt;br /&gt;AS50  &lt;br /&gt;AS100  &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;FLEXI   &lt;br /&gt;KODE   &lt;br /&gt;FL5  &lt;br /&gt;FL10  &lt;br /&gt;FL20  &lt;br /&gt;FL50  &lt;br /&gt;FL100  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;FREN   &lt;br /&gt;KODE   &lt;br /&gt;FR5 &lt;br /&gt;FR10  &lt;br /&gt;FR20  &lt;br /&gt;FR25  &lt;br /&gt;FR50  &lt;br /&gt;FR100 &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;STARONE   &lt;br /&gt;KODE &lt;br /&gt;ST5 &lt;br /&gt;ST10&lt;br /&gt;ST20  &lt;br /&gt;ST50  &lt;br /&gt;ST100  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;SMART  &lt;br /&gt;KODE     &lt;br /&gt;SM5 &lt;br /&gt;SM10 &lt;br /&gt;SM20 &lt;br /&gt;SM50 &lt;br /&gt;SM100 &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;CERIA  &lt;br /&gt;KODE     &lt;br /&gt;C5 &lt;br /&gt;C10 &lt;br /&gt;C20 &lt;br /&gt;C50 &lt;br /&gt;C100 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IM3&lt;br /&gt;IS5 &lt;br /&gt;IS8 &lt;br /&gt;IS30 &lt;br /&gt;IM5 &lt;br /&gt;IMG5 &lt;br /&gt;IM10 &lt;br /&gt;IM20 &lt;br /&gt;IM25 &lt;br /&gt;IM50 &lt;br /&gt;IM100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENTARI &lt;br /&gt;M5 &lt;br /&gt;MG5&lt;br /&gt;M10 &lt;br /&gt;M20 &lt;br /&gt;M25 &lt;br /&gt;M50 &lt;br /&gt;M100 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AXIS&lt;br /&gt;AX5 &lt;br /&gt;AX10 &lt;br /&gt;AX25 &lt;br /&gt;AX50 &lt;br /&gt;AX100 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XL BEBAS&lt;br /&gt;XB5 &lt;br /&gt;XB10 &lt;br /&gt;XB25 &lt;br /&gt;XB50 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ESIA&lt;br /&gt;ES5 &lt;br /&gt;ES10 &lt;br /&gt;ES20 &lt;br /&gt;ES25 &lt;br /&gt;ES50 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THREE&lt;br /&gt;T5 &lt;br /&gt;T9 &lt;br /&gt;T10 &lt;br /&gt;T20 &lt;br /&gt;T25 &lt;br /&gt;T30 &lt;br /&gt;T50 &lt;br /&gt;T100 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba dan semoga bermanfaat dan barokah buat kita semua. Amin.....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-8824380265304249277?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/8824380265304249277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=8824380265304249277&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/8824380265304249277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/8824380265304249277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2009/02/isi-pulsa-dari-hap-sendiri.html' title='ISI PULSA DARI HP SENDIRI ( Lebih praktis, efisien, irit dan menguntungkan)'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/SZjf_WelDhI/AAAAAAAAADE/Qp66GBn4laA/s72-c/opr1.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-7136300445980863977</id><published>2008-11-14T18:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T22:02:07.480-08:00</updated><title type='text'>Semangkuk Bakmi Panas</title><content type='html'>&lt;/span&gt;Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.&lt;br /&gt;Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan&lt;br /&gt;semangkuk bakmi, tetapi ia &lt;div class="fullpost"&gt; tdk mempunyai uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" " Ya, tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa nona?"&lt;br /&gt;Tanya si pemilik kedai.&lt;br /&gt;"tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah"&lt;br /&gt;"Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana, terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu&lt;br /&gt;berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku&lt;br /&gt;telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang". Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan&lt;br /&gt;kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.&lt;br /&gt;SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES&lt;br /&gt;ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH&lt;br /&gt;HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.&lt;br /&gt;PIKIRKANLAH HAL ITU??&lt;br /&gt;APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-7136300445980863977?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/7136300445980863977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=7136300445980863977&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/7136300445980863977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/7136300445980863977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2008/11/semangkuk-bakmi-panas_14.html' title='Semangkuk Bakmi Panas'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-7292281608933522687</id><published>2008-11-13T22:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T22:01:14.801-08:00</updated><title type='text'>TIGA KIAI PELACUR</title><content type='html'>Kyai Khoiron, sudah populer sebagai kiainya para&lt;br /&gt;                                pelacur di Surabaya. Sehari-hari ia menjadi guru&lt;br /&gt;                                ngaji, konsultasn psikhologi dan bapak, kakak,&lt;br /&gt;                                sahabat yang sangat akrab dengan gemuruh jiwa&lt;br /&gt;                                para pelacur yang bergolak. Dua puluh tahun&lt;br /&gt;                                silam, diam-diam ia dirikan sebuah pesantren di&lt;br /&gt;                                komplek pelacuran terbesar di Surabaya. Dan saat&lt;br /&gt;                                ini ada tujuh ratus anak-anak pelacur itu&lt;br /&gt;                                nyantri di pesantrennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Jika senja mulai tiba, gincu-gincu mengoles&lt;br /&gt;                                bibir para pelacur itu, dengan segala sapaan&lt;br /&gt;                                manja pada hidung belang, sementara suara musik&lt;br /&gt;                                keras mendentang memenuhi komplek pelacuran itu,&lt;br /&gt;                                di sudut komplek pelacuran itu terdengar suara&lt;br /&gt;                                bocah-bocah mengaji, meneriakkan halawat Nabi&lt;br /&gt;                                dan berzanji. Keduanya berjalan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                “Saya tidak pernah melarang mereka melacur. Saya&lt;br /&gt;                                juga tidak memarahi mereka. Saya hanya&lt;br /&gt;                                menyiapkan &lt;div class="fullpost"&gt; ruang jiwa mereka. Sebab mereka&lt;br /&gt;                                melacur paling lama sepuluh tahun. Setelah?&lt;br /&gt;                                Mereka pasti berhenti. Mereka perlu kesiapan&lt;br /&gt;                                mental, keimanan dan sikap optimis kepada&lt;br /&gt;                                Tuhan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                “Pesantren anda ini?”&lt;br /&gt;                                “Memang, pesantren ini saya konsentrasikan untuk&lt;br /&gt;                                membina anak-anak mereka yang tak berdosa.&lt;br /&gt;                                Mereka harus tumbuh dengan jiwa yang merdeka,&lt;br /&gt;                                tanpa konflik, tanpa masa lalu dan&lt;br /&gt;                                trauma-trauma.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Lain lagi dengan seorang Kiai di dekat kota&lt;br /&gt;                                Madiun. Kiai Madun, sudah dikenal sebagai&lt;br /&gt;                                seorang kiai Thariqat dengan jama’ah ribuan.&lt;br /&gt;                                Suatu hari ia tertimpa gejala psikhologi yang&lt;br /&gt;                                begitu aneh: Rasa takut mati yang berlebihan.&lt;br /&gt;                                Selama enam bulan ia terus menerus menangis,&lt;br /&gt;                                seakan-akan Malaikat Maut membuntutinya. Ia juga&lt;br /&gt;                                heran kenapa harus takut mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Saking takutnya, Kiai Madun mendatangi guru&lt;br /&gt;                                Mursyidnya. Dengan serta merta gurunya menyambut&lt;br /&gt;                                dengan sambutan yang cukup kontroversial. “Soal&lt;br /&gt;                                penyakitmu itu gampang obatnya. Mulai besok kamu&lt;br /&gt;                                pergi saja setiap hari ke komplek pelacuran!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                “Bagaimana pak Kiai ini, kok saya malah harus&lt;br /&gt;                                main-main dengan pelacur. Apakah ini tidak&lt;br /&gt;                                bertentangan dengan syari’at?” kata Kiai Madun&lt;br /&gt;                                dalam hatinya. Belum sempat ia meneruskan&lt;br /&gt;                                fantasinya, gurunya sudah memotong:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                “Dun!, Lihatlah mulutku ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Begitu melihat mulut gurunya, yang tampak adalah&lt;br /&gt;                                lautan luas tak bertepi. Kyai Madun hanya&lt;br /&gt;                                terperangah. Diam-diam ia menyesal. Kenapa&lt;br /&gt;                                soal-soal hakikat kehidupan harus ia pertanyakan&lt;br /&gt;                                lewat syariat kepada gurunya? Diam-diam pula&lt;br /&gt;                                hatinya menangis. Tapi juga muncul rasa ngeri,&lt;br /&gt;                                kenapa harus main-main dengan pelacur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Tapi Kyai Madun tidak mau membantah perintah&lt;br /&gt;                                gurunya. Pagi-pagi Kiai ini sudah menghilang&lt;br /&gt;                                dari rumahnya. Ia cari komplek pelacuran yang&lt;br /&gt;                                jauh dari daerahnya. “Jalan penyembuhan” ini ia&lt;br /&gt;                                lakukan hampir setiap hari, sampai pelacur&lt;br /&gt;                                seluruh komplek itu kenal benar dengan Kyai&lt;br /&gt;                                Madun. Bahkan kadang, seharian penuh ia berada&lt;br /&gt;                                di tengah para perempuan penghibur itu, sambil&lt;br /&gt;                                mengingat-ingat, apakah rahasia dibalik perintah&lt;br /&gt;                                gurunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Suatu pagi, ketika ia datang ke komplek&lt;br /&gt;                                langganannya, tiba-tiba ada kakek-kakek tua,&lt;br /&gt;                                baru saja keluar dari sebuah kamar pelacur. Ia&lt;br /&gt;                                sangat kaget, melihat kakek yang sudah uzur, dan&lt;br /&gt;                                mendekati ajal itu, masih sempat ke komplek&lt;br /&gt;                                pelacuran. Bahkan dengan wajah berseri, riang&lt;br /&gt;                                gembira, layaknya anak muda, sang kakek penuh&lt;br /&gt;                                percaya diri layaknya anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                “Iya, ya. Kakek ini sudah tua renta, kok tidak&lt;br /&gt;                                takut mati. Bahkan ia jalani kehidupan tanpa&lt;br /&gt;                                beban. Saya yang masih muda kok takut mati.&lt;br /&gt;                                Kualitas iman macam apa yang saya miliki ini?”&lt;br /&gt;                                katanya Kiai Madun dalalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Dengan wajah terangguk-angguk, Kiai Madun merasa&lt;br /&gt;                                mendapat pelajaran dari Kakek tua renta itu. Dan&lt;br /&gt;                                seketika pula rasa takut matinya hilang begitu&lt;br /&gt;                                saja. Sembuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Lain lagi dengan Kyai Marwan, dari Nganjuk. Kiai&lt;br /&gt;                                ini sudah hampir mendekati lima puluh tahun&lt;br /&gt;                                usianya, tetapi masih membujang. Keinginan untuk&lt;br /&gt;                                konsentrasi sebagai Kyai tanpa menghiraukan&lt;br /&gt;                                urusan dunia termasuk wanita, membuatnya menjadi&lt;br /&gt;                                bujang lapuk. Tapi soal kebutuhan penyaluran&lt;br /&gt;                                syahwat, tetap saja mengusik setiap hari.&lt;br /&gt;                                Apalagi kalau ia berfikir, siapa nanti yang&lt;br /&gt;                                mneneruskan pesantrennya kalau ia tidak punya&lt;br /&gt;                                putra?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Dengan segala kejengkelan pada diri sendiri dan&lt;br /&gt;                                gemuruh jiwanya, akhirnya Kiai Marwan&lt;br /&gt;                                istikhoroh, mohon petunjuk kepada Allah, siapa&lt;br /&gt;                                sesungguhnya wanita yang menjadi jodohnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Petunjuk yang muncul dalam istikhoroh, adalah&lt;br /&gt;                                agar Kyai Marwan mendatangi sebuah komplek&lt;br /&gt;                                pelacuran terkenal di daerahnya. “Disanalah&lt;br /&gt;                                jodoh anda nanti…” kata suara dalam istikhoroh&lt;br /&gt;                                itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Tentu saja Kyai Marwan menangis tak&lt;br /&gt;                                habis-habisnya, setengah memprotes Tuhannya.&lt;br /&gt;                                Kenapa ia harus berjodoh dengan seorang pelacur?&lt;br /&gt;                                Bagaimana kata para santri dan masyarakat&lt;br /&gt;                                sekitar nanti, kalau Ibu Nyainya justru seorang&lt;br /&gt;                                pelacur? “Ya Allah…! Apakah tidak ada perempuan&lt;br /&gt;                                lain di dunia ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Dengan tubuh yang gontai, layaknya seorang yang&lt;br /&gt;                                sedang mambuk, Kyai Marwan nekad pergi ke&lt;br /&gt;                                komplek pelacuran itu. Peluhnya membasahi eluruh&lt;br /&gt;                                tubuhnya, dan jantungnya berdetak keras, ketika&lt;br /&gt;                                memasuki sebuah warung dari salah satu komplek&lt;br /&gt;                                itu. Dengan kecemasan luar biasa, ia memandang&lt;br /&gt;                                seluruh wajah pelacur di sana, sembari&lt;br /&gt;                                menduga-duga, siapa diantara mereka yang menjadi&lt;br /&gt;                                jodohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Dalam keadaan tak menentu, tiba-tiba muncul&lt;br /&gt;                                seorang perempuan muda yang cantik, berjilbab,&lt;br /&gt;                                menenteng kopor besar, memasuki warung yang&lt;br /&gt;                                sama, dan duduk di dekat Kyai Marwan. “Masya&lt;br /&gt;                                Allah, apa tidak salah perempuan cantik ini&lt;br /&gt;                                masuk ke warung ini?” kata benaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                “Mbak, maaf, Mbak. Mbak dari mana, kok datang&lt;br /&gt;                                kemari? Apa Mbak tidak salah alamat?” tanya Kyai&lt;br /&gt;                                Marwan pada perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Perempuan itu hanya menundukkan mudanya.&lt;br /&gt;                                Lama-lama butiran airmatanya mulai mengembang&lt;br /&gt;                                dan menggores pipinya. Sambil menatap dengan&lt;br /&gt;                                mata kosong, perempuan itu mulai mengisahkan&lt;br /&gt;                                perjalanannya, hingga ke tempat pelacuran ini.&lt;br /&gt;                                Singkat cerita, perempuan itu minggat dari rumah&lt;br /&gt;                                orang tuanya, memang sengaja ingin menjadi&lt;br /&gt;                                pelacur, gara-gara ia dijodohkan paksa dengan&lt;br /&gt;                                pria yang tidak dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                “Masya Allah….Masya Allah…Mbak.. Begini saja&lt;br /&gt;                                Mbak, Mbak ikut saya saja. …” kata Kiai Marwan,&lt;br /&gt;                                sambil mengisahkan dirinya sendiri, kenapa ia&lt;br /&gt;                                pun juga sampai ke tempat pelacuran itu. Dan&lt;br /&gt;                                tanpa mereka sadari, kedua makhluk itu sepakat&lt;br /&gt;                                untuk berjodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Tiga Kiai tersebut, sesungguhnya merupakan&lt;br /&gt;                                refleksi dari rahasia Allah yang hanya bisa&lt;br /&gt;                                difahami lebih terbuka dari dunia Sufi. Kiai&lt;br /&gt;                                Khoiron yang menjadi kiai para pelacur,&lt;br /&gt;                                sesungguhnya wujud dari kemerdekaan Sufistik&lt;br /&gt;                                pada kepribadian seseorang yang berani menerobos&lt;br /&gt;                                dinding-dinding verbalisme kultur agama,&lt;br /&gt;                                sebagaimana misteri Kyai Madun, yang harus&lt;br /&gt;                                sembuh di komplek pelacuran. Juga nasib bidadari&lt;br /&gt;                                yang ditemukan Kiai Marwan di komplek pelacuran&lt;br /&gt;                                itu. Semuanya menggambarkan bagaimana dunia&lt;br /&gt;                                jiwa, dunia moral, dunia keindahan dan kebesaran&lt;br /&gt;                                Ilahi, harus direspon tanpa harus ditimbang oleh&lt;br /&gt;                                fakta-fakta normatif sosial yang terkadang malah&lt;br /&gt;                                menjebak moral seorang hamba Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Sebab tidak jarang, seorang Kiai, sering&lt;br /&gt;                                mempertaruhkan harga dirinya di depan&lt;br /&gt;                                pendukungnya, ketimbang mempertaruhkan harga&lt;br /&gt;                                dirinya di depan Allah. Dan begitulah cara Allah&lt;br /&gt;                                menyindir para Kiai, dengan menampilkan tiga&lt;br /&gt;                                Kiai Pelacur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                By: Cahaya Sufi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-7292281608933522687?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/7292281608933522687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=7292281608933522687&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/7292281608933522687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/7292281608933522687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2008/11/tiga-kiai-pelacur.html' title='TIGA KIAI PELACUR'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4567396434160107292.post-1826511923161918640</id><published>2008-11-13T22:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T22:02:31.404-08:00</updated><title type='text'>Sunyi dalam ramai ramai dalam sunyi</title><content type='html'>Jika perjalanan tafakkur kita menembus batas-batas cakrawala, menapak&lt;br /&gt;langit-langit hingga sidratul Muntaha, pastilah berakhir dengan&lt;br /&gt;keterjengahan hati kita, bahwa segalanya menuju, demi dan untuk Rabbul&lt;br /&gt;Izzah, Allah Ta'ala. Itulah awal perjalanan ke-Ikhlasan kita, disaat&lt;br /&gt;tafakkur sunyi menapakai "Inna Sholaati wa-Nususkii wa-Mahyaaya&lt;br /&gt;wa-Mamaatii Lillahi Robbil 'Alamin?"(Sesungguhnya sholatku, ibadahku,&lt;br /&gt;hidup dan matiiku hanyalah untuk Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Arasy kita bertemu dalam hamparan Liqo'Allah, dalam sunyi paling&lt;br /&gt;sunyi, karena segala hal selain Allah sirna, dan yang ada hanyalah Wajah&lt;br /&gt;Allah. Tetapi dalam sunyi paling sunyi, ghuyubul ghuyub itu, betapa&lt;br /&gt;tiada terperi,berhamparan cahaya yang meramaikan, lebih ramai dari &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;keramaian apa pun juga, karena KemahaanNya Yang Rahman bersinggasana&lt;br /&gt;mengatur semesta. Seluruhnya berada dalam genggamnya yang serba sunyi&lt;br /&gt;senyap dalam ghuyubul ghuyub, dan ketika dilepaskannya dalam hamparan&lt;br /&gt;keleluasaanNya, betapa ramainya dalam taburan tasbih kepadaNya, atas&lt;br /&gt;Kemahasucian asma-asmaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita baru memahamiNya ketika kembali ke dunia nyata, dengan segala&lt;br /&gt;keramaian peradaban, kesemrawutan manusia, tumpukan-tumpukan problema&lt;br /&gt;yang silih berganti antara cahaya dan kegelapan, bahkan suara-suara,&lt;br /&gt;rupa warna tiada tara, toh berujung pada kesunyian hati dalam sudut&lt;br /&gt;paling lorong, ada denyut jantung terus bersamaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak? Yang nyata dalam fenomena, yang tampak oleh mata&lt;br /&gt;kepala, yang terdengar oleh telinga, yang teraba oleh indera, telah&lt;br /&gt;membawa tarikan pesona yang mealpakan kita di lembah Ghafalat, yang&lt;br /&gt;dibuai oleh tarian-tarian Syahawat, telah melemparkan kita di batas&lt;br /&gt;Hijab: Kita telah berada dalam jurang Jinabat. Dan Rumah Allah melarang&lt;br /&gt;orang-orang junub untuk memasukinya, kecuali telah bersuci dari Jinabat&lt;br /&gt;Ghafalat (kealpaan pada Allah)-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanyalah kepada bukit biru menjulang gagah, siapakah anda?&lt;br /&gt;Bertanyalah kepada gulungan-gulungan ombak di lautan, siapakah anda?&lt;br /&gt;Bertanyalah kepada desau angina lembut, dan bahkan badai yang&lt;br /&gt;menggelora, siapakah anda? Bertanyalah pada bunga tulip di pagi hari&lt;br /&gt;ketika mekar bersama kejora dan fajar hari, siapakah anda? Bertanyalah&lt;br /&gt;pada api yang membakar, dan seluruh enerji semesta, siapakah anda?&lt;br /&gt;Ternyata semua menjawab serentak dalam "harmoni konser pesona":&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kami adalah fitnah, maka janganlah anda kufur!". Jawaban&lt;br /&gt;yang meledakkan seluruh dirinya, merobek seluruh nafsu kita, mencekam&lt;br /&gt;seluruh ketakutan, dan sekaligus mendendam kerinduan cinta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mau lari dari kenyataan? Lari dari gigitan paling pedih dari&lt;br /&gt;kesunyian ruhani anda? Lari dari keterlemparan diri anda akibat dosa dan&lt;br /&gt;kegelapan? "keinginanmu untuk lari menuju Tuhan dan hanya ingin sendiri&lt;br /&gt;bersamaNya, hanya ingin "Anda dan Dia", sedangkan kenyatannya anda harus&lt;br /&gt;menghadapi dengan alam fikiran, logika sebab akibat, hasrat anda itu&lt;br /&gt;tadi hanyalah Nafsu tersembunyi dalam bilik ketololan, kemalasan,&lt;br /&gt;ketidakberanian, kepengecutan, dan kelelahan hati anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadapilah! Karena Allah tak pernah hilang, tak pernah ghaib, tak pernah&lt;br /&gt;berjarak, tak pernah bergerak atau diam, tak pernah berpenjuru atau&lt;br /&gt;bernuansa, tak pernah berbentuk dan berupa, tak pernah berwaktu dan&lt;br /&gt;ber-ruang. Tak ada alasan apa pun yang bisa menutup, menghijab,&lt;br /&gt;menghalangi, menirai Allah dari dirimu, apalagi sekadar untuk&lt;br /&gt;"Menyendiri bersamaNya" dalam hiruk pikuk dunia. Tanpa harus melepaskan&lt;br /&gt;tantangan zaman, perjuangan, kegairahan kehambaan, kita tak pernah&lt;br /&gt;terhalang sedetikpun untuk menggelayut di "PundakNya" apalagi bermesraan&lt;br /&gt;dalam PelukanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ruang sunyi di hatimu terganggu oleh buar dan suara-suara nafsu,&lt;br /&gt;masuklah ke dalam bilih ruhmu, karena dalam bilik ruhmu ada hamparan&lt;br /&gt;agung Sirrmu, dimana sunyimu menjadi sirnamu kepadaNya, bahkan tak kau&lt;br /&gt;sadari kau panggil-panggil NamaNya, karena kau telah berdiri di depan&lt;br /&gt;GerbangNya. Kelak kita bisa kembali bersamaNya, untuk melihat dunia&lt;br /&gt;nyata yang tampak di mata kepala, "BersamaNya aku melihat mereka,"&lt;br /&gt;begitu sunyi ungkapan Abu Yazid Bisthamy kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah awal kebarangkatan kita,&lt;br /&gt;menuju tetapi dituju,&lt;br /&gt;memandang tetapi dipandang,&lt;br /&gt;melihat tetapi dilihat,&lt;br /&gt;bergerak tetapi diam fana,&lt;br /&gt;berkata tetapi bisu,&lt;br /&gt;memanggil tetapi dipanggil,&lt;br /&gt;bersyari'at tetapi hakikat,&lt;br /&gt;berhakikat tetapi syari'at,&lt;br /&gt;bertangis dalam senyuman&lt;br /&gt;senyum tak menahan airmata&lt;br /&gt;bersunyi-sunyi tetapi ramai&lt;br /&gt;beramai-ramai tetapi sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita berbondong-bondong menempuh Jalan Khalwat, menuju Gua Agung&lt;br /&gt;tak terperi, Hira' hamparan hati. Agar hati lebih luas dari Arasy Ilahi,&lt;br /&gt;berbondong-bondong melepaskan atribut-atribut manusiawi, dan apa pun&lt;br /&gt;alasan dan alibi kewajaran kita, agar kita tak punya alas an lagi, untuk&lt;br /&gt;tidak durhaka kepadaNya, untuk tidak menghindariNya, untuk tidak&lt;br /&gt;berselingkuh dengan selain DiriNya, untuk tidak memproduksi&lt;br /&gt;bermilyar-milyar syetan setiap hari, untuk tidak menyembah ribuan&lt;br /&gt;berhala dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita keluar dari Khalwat menuju 'Uzlah Jiwa, lihatlah betapa sunyinya&lt;br /&gt;keramaian peradaban manusia, betapa senyapnya suara-suara yang berdesing&lt;br /&gt;atau bagaikan nyanyian tapi sunyi. Kecuali yang ramai di detak&lt;br /&gt;jantungmu, Allah Allah Allah, Subhanallah Walhamdulillah wa-Laailaaha&lt;br /&gt;Illallah Allahu Akbar, menyelimuti seluruh karamaian semesta. Sampai&lt;br /&gt;semesta sunyi dalam kefanaan, Allahu Akbar! Walillahil Hamd. Maha&lt;br /&gt;Puja-Puji bagi AbadiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deru mobil lalu lalang. Teriakan orang-orang lapar di jalanan atau di&lt;br /&gt;pengasingan. Desing peluru menghantar peperangan. Kerut melipat kening&lt;br /&gt;orang-orang di bursa saham. Murka para penguasa meneguhkan kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para koruptor berancang-ancang. Hukum semrawut di jalanan. Semua atas&lt;br /&gt;nama kepentingan diri dan golongan. Dari Jakarta ke London, Jakarta ke&lt;br /&gt;New York, Washingston ke tumpukan lembah debu di Palestina. Apakah ini&lt;br /&gt;Jakarta atau hutan liar penuh raksasa dari penjuru dunia? Oh, lihatlah&lt;br /&gt;bagaimana akibat orang-orang pendusta Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4567396434160107292-1826511923161918640?l=sohirun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sohirun.blogspot.com/feeds/1826511923161918640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4567396434160107292&amp;postID=1826511923161918640&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/1826511923161918640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4567396434160107292/posts/default/1826511923161918640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sohirun.blogspot.com/2008/11/sunyi-dalam-ramai-ramai-dalam-sunyi.html' title='Sunyi dalam ramai ramai dalam sunyi'/><author><name>sohirun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13657312158345447364</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BYWAISd9pus/TUEilbA5RsI/AAAAAAAAAEg/lWPxcOdeebg/s220/16102010712.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
